Blogroll


Komentar Terbaru


Arsip


My World


@octanasquare


Visitors


Time is Life


new

    My Great Web page

Pengunjung

    66.246

Air Mata MIAR

Ditulis pada 23 June 2013 Oleh anazahidah-fkm09 | Kategori : Coretan Kalbu

"Inna ma'al usri yusroo | Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"

(As-syarh : 6)

Bukan hal yang asing lagi tentunya cuplikan ayai di atas. Betapa tidak begitu indahnya rumus yang langsung Allah turunkan  untuk kelapanganNya. see? 1 KESULITAN = 1 KEMUDAHAN .. Sudahkah kita mengimaninya yakin bahwa setiap kesulitan ini menyertakan kemudahan sebagai solusi dari kesulitan yang kita hadapi. Just passing it, yang juga sering kita dengar dengan ikhtiar. Tetaplah berikhtiar karena sesungguhnya Allah telah memberikan jalan kepada siapa yang tetap berusaha dalam kesulitannya. There is a will there is a way.

--oo0oo--

Siang itu, jumat (21/6/13) aku sedang berada di selasar Asrama Putri Kampus Unair. Sambil menunggu temanku yang masih berada di dalam asrama, lantas aku membuka mushafku untuk sekedar mengaji ayat cintaNya di tengah-tengah ibu-ibu yang sedang mengobrol ria. Yup, hari-hari ini adalah hari dimana Maba (Mahasiswa Baru) sedang melakukan registrasi kampus dan termasuk mencari hunian untuk tempat tinggal mereka. Di sela lantunan ayat suci, datanglah ibu-ibu yang tepat mengisi kursi kosong di bagian kananku. Aku dapat membaca sarat wajahnya yang merasa bimbang dan bingung akan dimana anaknya mendapat hunian yang layak, karena pada saat itu waktu sudah mendekati jum'atan dan sekretariat Asrama baru saja tutup. Kemudian ku tutup sementara mushafku untuk sekedar menyapa ibu dan adek Maba itu,

"Ibu, mau cari hunian untuk anaknya ya?"

Ya mbak.. ini anak saya di terima di FE 

"waduh, itu kan di kampus B bu..kok cari hunian di kampus C?"

Bagaimana lagi mbak, di kampus B hunian semua mahal kami tidak cukup mumpuni jika menghuni disana

"Ibu berkenan jika saya bantu? sy bisa mencarikan tempat untuk hunian di Kampus B yang terjangkau. Kebetulan sy punya contact dengan teman-teman Mahasiswa yang memfasilitasi hunian MIAR (Masyarakat Intelek Airlangga) namanya bu.."

Tanpa bicara lebih, ibu itu lantas menangis dan sambil menyeka air matanya berkata "Ya Allah mungkin ini jawaban dariMu, di setiap sujudku berdo'a untuk Engkau memberi kemudahanku untuk menyekolahkan anakku" 

Aku cukup mengetahui perasaan ibu ini yang tinggal jauh di Magetan dan stay di Surabaya sudah hampir 4 hari belum juga mendapat hunian. Karena pasalnya rata-rata yang sudah ibu cari biaya 400-500 per bulan. Sedangkan yang MIAR tawarkan insyaAllah hanya 1.6 juta per tahun.

Well, siang itu tanpa menunda langsung ku antar Ibu ke sekretariat MIAR dan sesi yang lebih menarik dimulai (lagi). Tanpa ragu ibu itu bertanya

Mbak disini juga ada liqo (pengajian) ?

"Wah, alhamdulillah ibu sudah mengenal liqo ya? atau adek ini sudah ngaji juga? tentu ada dong bu" (dengan wajah sumringah)

Alhamdulillah, saya jadi tenang. Dulu anak saya ini sempat ngaji tapi lepas mbak semenjak SMA sudah tidak, jadi saya ingin dia mulai lagi untuk ngaji. Karena saya khawatir akan pergaulan apalagi jauh dari orangtua.

 

=) Menarik! Ibu yang sangat faham bahwa agama adalah solusi untuk membentuk diri, menjaga diri dan tentu menjadi productive moslem. Di perjalanan ibu juga bercerita, aktif di kegiatan pengajian di kampung dan bahkan sempat mengikuti pelatihan bisnis ke Bandung bersama Ust Yusuf Mansyur ~ Miracle Water~.

 Alhamdulillaah, sampai di sekretariat MIAR. Disana sudah stay Tim MIAR yang sangat ramah menyapa dan mulai memaparkan visi misi  Pembinaan Masyarakat Intelek Airlangga yang berbasis pada agama demi mewujudkan cita-cita Airlangga University Excellent With Morality.

Di saat tim Miar sedang bercerita panjang lebar mengenai MIAR, meliputi persyaratan dan pembinaan. Ibu sangat antusias mendengar sambil sesekali mengangguk tanda sepakat. Tapi tersirat makna keraguan kepada anaknya yang mungkin terpikir "berat sekali, jadi ada agenda pembinaan? ada program tahsin? tahfidz juga?" dan kemudian ibu mengambil alih sambil lagi menangis kembali.
 

Nak, dengar ibu. Do'a ibu untuk anak kepada Allah adalah tidak ada hijab. Sungguh kedekatan ibu cukup membawa kemudahan yang Allah berikan. Ini jawaban dari Allah nak, kita bertemu dengan mb Octa pun karenaNya. Ibu tidak ada ragu sungguh 100% ibu sangat sepakat dengan MIAR ibu harap kamu yakin untuk tinggal bersama disini, tiada mungkin sesama mukmin tidak saling menolong..kamu akan aman dan nyaman bersama mbak-mbak disini.

Semua terbawa suasana, dan akhirnya mata berkaca dari adiknya pecah menjadi tangis. Tanda sepakat dan semua memahami bahwa Allahlah yang menuntun, dan kisahNya akan selalu indah. Semoga adik dapat sungguh-sungguh belajar menjadi Ksatria Airlangga yang prestatif dan tentunya Excellent with Morality bersama MIAR. 

 


Salam cinta, kakak tingkatmu =)

Octaviana Wulandari |Ph09UA|Perantau Bekasi| @octanasquare

 

 

- 3 Komentar -

1. syifa

pada : 23 June 2013
subhanallah :) ibu isnpiratif

2. nazz

pada : 23 June 2013
indahnya melingkar,
memberi rasa yg tak hilang,
ayo buat lg yg byk,waktu mreka dtg k acc :)

3. admin

pada : 24 June 2013
JalanNya memang selalu indah =) ..insyaAllah

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :