Blogroll


Komentar Terbaru


Arsip


My World


@octanasquare


Visitors


Time is Life


new

    My Great Web page

Pengunjung

    66.247

Nuruzzaman Mengaji

Ditulis pada 05 October 2012 Oleh anazahidah-fkm09 | Kategori : Coretan Kalbu

Nuruzzaman, like the name like the meaning. Seperti namanya ia mempunyai nama yang besar, nama agung dan memberi pengaruh disekitar.

Nuruzzaman, Cahaya Masa Depan. Masjid ini berdiri megah ditengah lautan kepadatan manusia lebih tepatnya Mahasiswa. Yup, masjid ini berdiri di tengah kesibukan manusia yang tiap hari tiada henti, namun kemegahannya tetap saja  menyoroti banyak orang. Yang sekedar duduk istirahat di pelataran masjid, mengaji, terbirit-birit mengerjakan shalat karena telat pada waktunya atau juga musyawarah syuro di sisi bagian tertentu masjid.

Yup, itulah yang membuatnya memesona. Ramai, padat dan bergairah dan semua merasakan ketenangan, disana senyaman-nyamannya berteduh. =) namun, tiada yang lebih memesona melainkan ketika Nuruzzaman Mengaji bukan lantunan ayat suci sang qiroah, bukan juga para santri tetapi anak kecil yang berlari menuju Nuruzzaman untuk mengaji dan sekedar berceloteh dengan teman-temannya =)

Hendak Pulang :)

Sore itu, tepat 16.30 ustadz dan ustadzah (takmir Masjid Nuruzzaman) sudah bersiap duduk di halaman depan dengan membawa meja, Al-Qur’an dan Iqra. Senyumnya mengukir wajahnya, hangat dan santun =) pantas saja wali murid banyak yang mempercayakan beliau untuk menuntun mengaji anak-anaknya. Satu per satu anak-anak datang, ada yang hanya di antar,kemudian orang tuanya pulang. Namun banyak juga yang sekedar ditunggu oleh ibu/bapak mereka . “Paaaaak ustadz…” panggil seorang anak sambil berlari. Namanya anak kecil maka pantaslah jika tidak tindak diam, berceloteh, berlari, kesana kemari bahkan sesekali ada yang menangis karena bertengkar. Dan disanalah ibu ustadzah berperan sebagai ibu, menghampirinya dan kemudian memeluknya sambil mengelus pundak anak yang nangis :’) what a really sweet they are.

Dengan sabar dan tetap mengembangkan senyum anak-anak, ustadz dan ustadzah memanggil satu per satu anak-anak untuk di talaqqinya. Bahkan sesekali ibu wali murid yang menunggu anak-anak ikut menggiring anak-anak menuju meja ustadz dan ustadza “ayoooo jangan ngerumpi aja ibu-ibuu…” celoteh seorang ibu wali murid.

 

Setiap diri kita memiliki ruh ilahiyah, sejauh apapun kita dengan Rabb.

Sekhilaf apapun diri kita, kita menginginkan anak-anak shalih dan shalihah tanpa melihat siapa orang tuanya, mereka telah membuktikan dan yakin bahwa anak shalih dan shalihah adalah asset terbesar yang akan dimilikinya di masa depan Al-Akherat.

“dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Quran) itu benar dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang yang beriman kepada jalan yang lurus” (Al-hajj : 59)

 

 

 

Mengingatkan q 17tahun yang lalu (ketika umurku 4tahun) :’) Jazaakumullahu khoyron katsir Pak Amirrudin dan Ibu Amirrudin, karena kesabaranmu dalam membimbingku aku mendapatkan bekal untuk ber taqarrub ilallah.


- 3 Komentar -

1. yasin

pada : 22 October 2012
Setiap diri kita memiliki ruh ilahiyah, sejauh apapun kita dengan Rabb.

Sekhilaf apapun diri kita, kita menginginkan anak-anak shalih dan shalihah tanpa melihat siapa orang tuanya, mereka telah membuktikan dan yakin bahwa anak shalih dan shalihah adalah asset terbesar yang akan dimilikinya di masa depan Al-Akherat.

“dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Quran) itu benar dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang yang beriman kepada jalan yang lurus” (Al-hajj : 59)

semoga kita tetap selalu berada di jalan lurus itu,
&selamanya di berikan cahaya kesalihan itu,utk kita, & keturunan kita setelahnya..

"ana? serius itu kamu?? ih lucu yah imut-imut,,, tapio udah gede mah amit-amit yah??? hehehe kidding ana..."

2. admin

pada : 22 October 2012
@yasin nice to see u again .. hehe

Amiin ya Rabb, salah satu bentuk syukur adalah mengingat kembali masa lalu..

iya lah seriusan masa comot foto anak tetangga,, wajahnya dari kecil ga beda jauh kok yang yang sekarang hhe

3. yasin

pada : 22 October 2012
percaya deh...

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :