Blogroll


Komentar Terbaru


Arsip


My World


@octanasquare


Visitors


Time is Life


new

    My Great Web page

Pengunjung

    66.235

Mujahidah

Ditulis pada 28 July 2012 Oleh anazahidah-fkm09 | Kategori : Coretan Kalbu

Sudah banyak airmata ini tumpah menyayat hati karena memang jalan ini sangatlah berliku dan penuh onak duri. Kemarin, Hari ini dan bahkan esok rasanya sudah menjadi sunnatudda'wah hal ini kerap kali menimpa insan yang sedang belajar menjadi kekasihNya.

Entah mengapa tak lagi ku mampu mencari sebab musababnya dan pasti akan berujung menjadi sebuah penyesalan akan kompetensi diri, minim kapabilitas dan penuh dengan perasaan. tanpa disadari jawaban itu pun terngiang dalam benak, entah menjadi sebuah jawaban atau sekedar penurunan mental akibat refleksi dari sebuah perasaan "lelah" semoga saja tidak begitu, karena lelah adalah bagian dari ketidakmampuan seorang untuk senantiasa mengupgrade dirinya sendiri. Inilah alasan dari sebuah kegundahan hati untuk mengekspresikan kapabilitas diri, terlalu banyak luka yang tertorehkan membuat diri kehilangan percaya dirinya untuk sekedar meninggikan diri. Ya inilah saya tiada yang bisa dibanggakan dan tidak pernah mengharapkan sebuah kedudukan. karena tiadalah sebuah kedudukan melainkan ia akan dibebani dengan tanggung jawab yang mengikat dirinya. begitulah kiranya keadaan dan keterpaksaan yang disengaja membuatnya ia paham akan hal tersebut. Sakit hati tiadalah yang menciptakan melainkan diri sendiri, kerap kali kita terjerumus dari rasa ego hati sendiri untuk menafsirkan dari respond khalayak ramai. Bila saja hati ini dapat terkendali tentu ia akan senantiasa menjaga agar respond yang diberikan akan selalu positif dan energik, namun sayang sekali lagi hati adalah hal ghaib yang tiada satu pun mahluk yang dapat menjaminnya. Manusia berhak untuk menangis, marah dan kecewa itulah sebaik baiknya pelampiasan untuk segera dihabiskan. Terbuka lagi saling melengkapi adalah sebaik-baiknya persaudaraan. Dan dia sahabat yang baik perkaranya ketika ia tidak menjatuhkan perasaan saudaranya dengan membuka aib saudaranya untuk mencari simpati kepada saudara yang lain. 

 

Bukan maksud hati lain di niat lain diperbuatan siapa yang dapat menjamin perasaan hati akan selalu menerima, karena aku hanyalah insan biasa yang tak dapat memendam rasa yang hatinya kan dapat saja terluka.

ana_zahidah

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :