Blogroll


Komentar Terbaru


Arsip


My World


@octanasquare


Visitors


Time is Life


new

    My Great Web page

Pengunjung

    66.258

Tol Bukan Lagi Sebagai Alternatif

Ditulis pada 19 May 2012 Oleh anazahidah-fkm09 | Kategori : Opini

Berbicara mengenai Tol pasti kita teringat dengan definisi yang melekat pada asal katanya yaitu jalan bebas hambatan atau jalan alternatif. Dimana jalan tersebut dibangun untuk mempersingkat waktu untuk mencapai suatu tujuan dan sebagai gantinya pengguna jalan diwajibkan untuk membayar tarif tol yang telah ditetapkan. Ya itulah esensi hadirnya jalan tol di tengah tuntutan mobilitas tinggi manusia dengan berbagai aktivitasnya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu fungsi Tol kini tidak lagi berjalan sebagai mestinya.

 

Antrian panjang menghiasi jalan Tol hampir setiap harinya, fluktuasi terus terjadi di setiap pergantian waktu terutama saat aktivitas pagi dan arus balik aktivitas manusia menjelang malam. Tentu penyebabnya sangatlah beragam, mulai dari panjangnya antrian yang disebabkan pelayanan pembayaran tarif tol kurang optimal, tingginya pengguna tol, dan kemungkinan lainnya yang tidak diharapkan seperti kecelakaan lalu lintas.

 

Tentu kita ingat dengan aksi salah satu pejabat Negara yang baru-baru ini mengamuk di salah satu gerbang tol di bilangan jakarta akibat antrian panjang yang terjadi. Khusus untuk kasus tersebut pihak Jasa Marga sudah mengakui betul itu bahwa kesalahan berada pada pihaknya karena gerbang tol tidak semuanya dibuka padahal saat itu adalah waktu aktif dimana pengguna tol sangat banyak, sehingga menyebabkan antrian panjang.

 

Kemacetan yang terjadi di dalam Tol tidaklah selalu bermuara disebabkan oleh pihak Jasa Marga. Jauh diluar fasilitas yang tersedia, Jasa Marga telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah kemacetan. Mulai dari pelebaran jalan, penambahan gerbang tol, hingga peningkatan pelayanan pembayaran tarif berupa pelayanan 5-10 detik maksimal dan pembayaran dengan cara tol e-toll card. Hingga pada akhirnya jalan tol bukan lagi menjadi jalan alternative yang menjadi pilihan untuk mempersingkat perjalanan.

 

Tidak ada jalan lain selain menerima bahwa peningkatan kebutuhan pada jalan tol diiringi dengan pembludakan mobil pribadi, pengguna jalan harus cerdas memilih alur perjalanan untuk memudahkan perjalanannya agar mempersingkat waktu. Cerdas memilih jalan, tepat waktu sampai tujuan.

 

Bingkisan dari Media Indonesia 


 

Tulisan dimuat di Media Indonesia edisi Mei 2012

 Octaviana Wulandari

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
IKM A 2009
Surabaya 

- 1 Komentar -

1. Sindhu

pada : 30 May 2012
Masalah paling mendasar sebenarnya bukan pada jalan tolnya. Tapi menurutku, jumlah kendaraan pribadi kita yg semakin banyak. Harusnya pemerintah lebih mengoptimalkan angkutan umum publik, sehingga jalanan tidak dipenuhi oleh kendaraan pribadi, karena masyarakat telah menggunakan angkutan umum publik.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :